<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>johnpetteruddin</title>
	<atom:link href="http://filosofihidup.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://filosofihidup.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 05 Apr 2008 17:18:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='filosofihidup.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>johnpetteruddin</title>
		<link>http://filosofihidup.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://filosofihidup.wordpress.com/osd.xml" title="johnpetteruddin" />
	<atom:link rel='hub' href='http://filosofihidup.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Tempat Wisata di Aceh</title>
		<link>http://filosofihidup.wordpress.com/2008/04/05/tempat-wisata-di-aceh/</link>
		<comments>http://filosofihidup.wordpress.com/2008/04/05/tempat-wisata-di-aceh/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Apr 2008 16:44:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>johnpetteruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://filosofihidup.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Aceh menyediakan banyak tempat wisata yang dapat dikunjungi, namun kejadian Tsunami yang melanda daerah tersebut akhir tahun lalu membuat tempat wisata Aceh yang kebanyakan wisata pantai ikut hancur, berikut daftar beberapa tempat wisata di Aceh:Gambar Masjid BaiturahmanMesjid Raya Baiturahman yang terletak di pusat kota Banda Aceh yakni di Pasar Aceh merupakan mesjid kebanggan masyarakat Aceh. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=filosofihidup.wordpress.com&amp;blog=2861748&amp;post=4&amp;subd=filosofihidup&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aceh menyediakan banyak tempat wisata yang dapat dikunjungi, namun kejadian Tsunami yang melanda daerah tersebut akhir tahun lalu membuat tempat wisata Aceh yang kebanyakan wisata pantai ikut hancur, berikut daftar beberapa tempat wisata di Aceh:<a href="http://filosofihidup.files.wordpress.com/2008/04/masjid.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-5" src="http://filosofihidup.files.wordpress.com/2008/04/masjid-225x300.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a>Gambar Masjid Baiturahman<span id="more-4"></span>Mesjid Raya Baiturahman yang terletak di pusat kota Banda Aceh yakni di Pasar Aceh merupakan mesjid kebanggan masyarakat Aceh.</p>
<p>Sejarah mencatat pada jaman dulu ditempat ini berdiri sebuah Mesjid Kerajaan Aceh. Sewaktu Belanda menyerang kota Banda Aceh pada tahun 1873 Mesjid ini dibakar, namun untuk meredam kemarahan rakyat Aceh pada tahun 1875</p>
<p>Belanda membangun kembali sebuah Mesjid sebagai penggantinya yang berdiri megah saat ini.</p>
<p>Mesjid ini berkubah tunggal dan dibangun pada tanggal 27 Desember 1883. Selanjutnya Mesjid ini diperluas menjadi 3 kubah pada tahun 1935. Terakhir diperluas lagi menjadi 5 kubah (1959 &#8211; 1968)</p>
<p>2. Pantai Lampuuk</p>
<p>lampuuk_after_tsunami.jpg</p>
<p>Gambar Pantai Lampuuk setelah tsunami.</p>
<p>Pantai Lampuuk terletak di pantai barat Aceh. Dari Banda Aceh kurang lebih 17 km dan dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor dalam waktu kurang dari 30 menit. Namun sayangnya pantai yang cukup terkenal dan menjadi tempat wisata favorit penduduk Aceh tersebut musnah tersapu Tsunami.</p>
<p>Pantai ini cukup indah dan dapat digunakan sebagai tempat berenang, berjemur di pasir putih, memancing, berlayar, menyelam dan kegiatan rekreasi lainnya.</p>
<p>Disore hari pantai ini terasa lebih indah, dimana kita dapat menyaksikan matahari terbenam yang penuh pesona.</p>
<p>Disekitar pantai Lampuuk juga berdiri megah sebuah pabrik semen Andalas, namun saat itu pabrik tersebut hanya tinggal kenangan setelah mengalami kerusakan parah akibat gempa dan Tsunami 26 Desember 2004 yang lalu.</p>
<p>Dikawasan Pantai Lampuuk, anda dapat bermain golf dengan latar belakang panorama laut di Padang Golf Seulawah. Sayangnya semua keindahannya kini tinggal kenangan dan tinggal menungguk pemerintah memperbaiki wisata yang cukup digemari turis asing tersebut.</p>
<p>3. Taman Wisata Alam Laut Pulau Weh</p>
<p>taman-wisata-alam-laut-pulau-weh-sabang.jpg</p>
<p>Gambar Taman Wisata Alam Laut Pulau Weh Sabang</p>
<p>Taman Wisata Alam (TWA) Laut Pulau Weh ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 928/Kpts/Um/12/1982 tanggal 27 Desember 1982 seluas 2.600 Ha.</p>
<p>Secara geografis TWA Laut Pulau Weh terletak pada 0552’ Lintang Utara dan 9552’ Bujur Timur. Sedangkan secara administrasi pemerintahan termasuk Kecamatan Sukakarya, Kotamadya Sabang, Propinsi D.I. Aceh dan dari segi pengelolaan hutannya termasuk Resort Konservasi Sumber Daya Alam Iboih dan masuk pada Sub Balai Konservasi Sumberdaya Alam Propinsi NAD.</p>
<p>Di TWA Laut Pulau Weh, Sabang terdapat terumbu karang, baik karang yang keras maupun karang yang lunak dengan berbagai jenis, bentuk dan warna, yang kesemuanya membentuk gugusan karang yang menarik untuk dinikmati, antara lain karang dengan nama daerahnya karang lupas, karang rusa, karang kerupuk.</p>
<p>Selain terumbu karang, TWA Laut Pulau Weh, Sabang dapat ditemui jenis-jenis ikan karang seperti Angel fish, Tropet fish, Dunsel fish, Sergeon fish, Grope fish, Parrot fish dan lain-lain. Ikan-ikan ini berada di sekitar TWA Laut Pulau Weh dan sebagian merupakan endemik di daerah ini. Selain itu juga banyak ditemukan jenis-jenis ikan ekonomis seperti Tuna, Kakap, Kerapu, Bayan, Pisang-pisangan dan lain-lain.</p>
<p>Kegiatan wisata alam yang dapat dilakukan di TWA Laut Pulau Weh adalah kegiatan wisata tirta seperti berselancar, naik sampan, berenang, memancing, serta menyelam untuk menikmati alam bawah air dengan keanekaragaman terumbu karang serta ikan-ikan karangnya yang indah.</p>
<p>Beberapa fasilitas yang dapat mendukung kegiatan wisata antara lain : pondok-pondok penginapan di sekitar Iboih yang dibangun oleh masyarakat, shelter, MCK, masjid, kios cendera mata dan hotel yang terdapat di Gapang. Selain itu terdapat berbagai fasilitas yang berada di Pulau Rubiah yang dibangun oleh Dinas Pariwisata Dati I D.I. Aceh antara lain : pusat kegiatan menyelam yang dilengkapi dengan fasilitasnya (perahu motor, peralatan selam), mushola, shelter, MCK, rumah jaga, menara pengintai, jalan setapak, taman dan instalasi listrik.</p>
<p>4. Krueng Raya</p>
<p>krueng_raya1.jpg</p>
<p>Gambar Krueng Raya</p>
<p>Krueng Raya berjarak 35 Km dari Banda Aceh merupakan sebuah nama wilayah. Di daerah tersebut terdapat pelabuhan yang bernama “Pelabuhan Malahayati” yang sering dipergunakan masyarakat Banda Aceh untuk menyebrang ke pulau Weh (Sabang). Pelabuhan tersebut akhirnya dinon aktifkan setelah pelabuhan Ulee Lhe yang lebih megah dibangun (namun sama saja hancur karena Tsunami). Krueng Raya yang termasuk daerah dengan kerusakan terparah akibat Tsunami dapat ditempuh dalam waktu 30 menit dari Banda Aceh.</p>
<p>Di daerah ini juga sangat terkenal dengan pantainya yang bernama Ujong Batee, disana selain pantainya yang indah juga terdapat sebuah restoran yang cukup megah yang menyajikan makanan khas Aceh yang terkenal yaitu Kepiting Besar, Udang Windu, Tiram, Telur Penyu, dan berbagai hasil laut dan pertanian lainnya. Pantai Ujong Batee sendiri terletak sekitar 17 km arah timur Banda Aceh. Pantainya yang ditumbuhi pohon cemara yang lebat merupakan pelindung para pengunjung bila hari panas sehingga cukup nyaman untuk bersantai. Ujong Batee dalam bahasa Aceh berarti Ujung Batu, mungkin nama ini diberikan karena dari pantai inilah kita dapat langsung melihat pulau seberang Sabang</p>
<p>Selain Ujong Batee, di Krueng Raya juga terdapat daerah wisata bernama Lamreh, daerah ini merupakan daerah bukit yang dulunya tandus, namun kini telah ditanami berbagai pohon. Dari sini kita dapat menyaksikan panorama laut yang indah seperti terlihat pada gambar dihalaman ini.</p>
<p>5. Museum dan Rumoh Aceh</p>
<p>rumoh3-aceh.jpg</p>
<p>Gambar Rumah Aceh</p>
<p>Kota Banda Aceh memiliki sebuah Museum Negeri yang terletak dalam sebuah Kompleks. Bangunan induk Museum berupa sebuah rumah tradisional Aceh, dibuat pada tahun 1914 untuk Gelanggang Pameran di Semarang, yang kemudian dibawa pulang ke Banda Aceh tahun 1915 oleh Gubernur Van Swart (Belanda) yang kemudian dijadikan Museum. Rumoh Aceh adalah sebuah rumah panggung yang berpintu sempit namun didalamnya seluruh ruangan tersebut tidak bersekat.</p>
<p>Sekarang ini lingkungan Museum ini telah bertambah dengan bangunan baru yang mengambil motif-motif bangunan Aceh seperti halnya bangunan Balai Pertemuan yang berbentuk kerucut yang bentuknya diambil dari cara orang Aceh membungkus nasi dengan daun pisang yang dinamakan “Bukulah”. Bukulah ini antara lain dihidangkan pada kenduri-kenduri tertentu seperti Kenduri Blang, Kenduri Maulid Nabi Besar Muhammad Saw dan lain sebagainya.</p>
<p>Ruang pamer Museum yang baru, memiliki bangunan 3 lantai, dipenuhi oleh berbagai koleksi barang-barang purbakala yang ditata dengan baik. Salah satu koleksi Museum ini adalah Lonceng Besar yang diberi nama “CakraDonya”. Lonceng ini merupakan hadiah dari Kerajaan Cina tempo dulu yang dibawa oleh Laksamana Ceng Ho pada tahun 1414. Beranda depan Museum memiliki bentuk khas yang juga memperlihatkan ukiran-ukiran kayu dengan motif Aceh. Banyak hal yang menarik dimuseum yang bersebelahan dengan pendopo Gubernur Aceh itu sehingga banyak murid sekolah yang berkunjung setiap harinya.</p>
<p>Dikompleks ini sekaligus dijumpai makam sultan-sultan Aceh dimasa lalu. Makam para Sultan pada umumnya dinuat dari Batu Gunung dan dihiasi dengan Kaligraphi Arab yang indah mempesona, salah satunya adalah Makam Sultan Iskandar Muda.</p>
<p>6. Gunongan</p>
<p>gunong.jpg</p>
<p>Gambar Gunong</p>
<p>Gunongan merupakan sebuah bangunan peninggalan Sultan Iskandar Muda (1608-1636) untuk permaisurinya Putri Phang.Menurut sejarah, Putri Phang selalu merasa rindu akan kampung halamannya, Pahang &#8211; Malaysia. Sultan kemudian mengetahui bahwa kegusaran permaisurinya itu karena di Pahang Istananya dikelilingi oleh perbukitan dimana permaisuri dapat bermain, namun disini tidak.</p>
<p>Lalu Sultan membangun sebuah gunung buatan yaitu Gunongan dimana permaisuri dapat memanjatinya. Begitu bangunan ini siap, permaisuri menjadi berbahagia dan lebih banyak menghabiskan waktunya disini terutama pada saat matahari akan tenggelam. Gunongan terletak dalam sebuah komplek di Jl Teuku Umar Banda Aceh, dimana daerah tersebut luput dari keganasan Tsunami.</p>
<p>7. Alam Aceh</p>
<p>Banda Aceh memiliki pemandangan laut yang luar biasa bagusnya, pemandangan laut tersebut juga menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan asing, kota ini memang merupakan kota pesisir pantai barat Sumatera, maka tak heran kota ini termasuk parah akibat terjangan Tsunami.</p>
<p>Pemandangan laut Aceh tidaklah kalah dengan Bali ataupun Lombok. Selain laut, pemandangan udara Banda Aceh juga sangat indah ini dimungkinkan mengingat kurangnya polusi di daerah tersebut. Kendaraan di Aceh juga tidak sebanyak di daerah lain. berikut beberapa gambar pemandangan laut dan udara Banda Aceh:</p>
<p>aceh-laut1.jpgaceh-laut2.jpglangit-aceh1.jpg</p>
<p>Sumber :/students.ukdw.ac.id/~22022799/wisata.html</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/filosofihidup.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/filosofihidup.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/filosofihidup.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/filosofihidup.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/filosofihidup.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/filosofihidup.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/filosofihidup.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/filosofihidup.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/filosofihidup.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/filosofihidup.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/filosofihidup.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/filosofihidup.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/filosofihidup.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/filosofihidup.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/filosofihidup.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/filosofihidup.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=filosofihidup.wordpress.com&amp;blog=2861748&amp;post=4&amp;subd=filosofihidup&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://filosofihidup.wordpress.com/2008/04/05/tempat-wisata-di-aceh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e91323089d220bf712eab7ed018e42b4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">didin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://filosofihidup.files.wordpress.com/2008/04/masjid-225x300.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>WAWANCARA DENGAN TUHAN</title>
		<link>http://filosofihidup.wordpress.com/2008/02/19/wawancara-dengan-tuhan/</link>
		<comments>http://filosofihidup.wordpress.com/2008/02/19/wawancara-dengan-tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Feb 2008 06:45:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>johnpetteruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://filosofihidup.wordpress.com/2008/02/19/wawancara-dengan-tuhan/</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari Wak Alexander mempunyai kesempatan ‘mewawancarai’ Tuhan, dikemegahan singgasanaNya, Wak Alex : &#8220;Tuhan Apakah yang umatmu lakukan yang menggelikan Engkau?&#8221; Tuhan : &#8220;Mereka menghilangkan kesehatan mereka sendiri demi uang, dan kemudian kehilangan uang untuk mengembalikan kesehatan mereka,&#8221; &#8220;Karena terus khawatir tentang masa depan, mereka melupakan masa sekarang sehingga mereka tidak hidup untuk masa sekarang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=filosofihidup.wordpress.com&amp;blog=2861748&amp;post=3&amp;subd=filosofihidup&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Suatu hari Wak Alexander mempunyai kesempatan ‘mewawancarai’ Tuhan, dikemegahan singgasanaNya,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;"><br />
Wak Alex : &#8220;Tuhan Apakah yang umatmu lakukan yang menggelikan Engkau?&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Tuhan :<span> </span>&#8220;Mereka menghilangkan kesehatan mereka sendiri demi uang, dan kemudian kehilangan uang untuk mengembalikan kesehatan mereka,&#8221;</span></p>
<p>&#8220;Karena terus khawatir tentang masa depan, mereka melupakan masa sekarang<br />
sehingga mereka tidak hidup untuk masa sekarang maupun masa depan&#8221;<span id="more-3"></span></p>
<p>&#8220;Mereka hidup seolah olah tidak akan pernah mati , dan mereka mati seolah-olah<br />
tidak pernah hidup,&#8221;..</p>
<p>(Tangan-Nya menggenggam tangan wak Alexander dan mereka terdiam&#8230;</p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Setelah beberapa lama terdiam, Wak Alexander berkata,&#8221;bolehkah saya mengajukan<br />
pertanyaan lain?&#8221; sebagai seorang Ayah/Bapak, apa yang Engkau ingin anak-anakMu<br />
lakukan di akhir tahun 2008 <span> </span>ini?&#8221; )</span></p>
<p>Ia menjawab sembari melemparkan senyum hangat nan teduh..</p>
<p>&#8220;Untuk belajar BAHWA mereka tidak dapat membuat siapapun mengasihi mereka. Apa yang dapat mereka lakukan adalah membiarkan diri mereka dikasihi.&#8221;</p>
<p>&#8220;Untuk belajar BAHWA membutuhkan bertahun tahun lamanya untuk membangun<br />
kepercayaan dan beberapa detik untuk meng-hancurkannnya,&#8221;</p>
<p>&#8216;Untuk belajar BAHWA apa yang paling bernilai bukanlah apa yang mereka miliki<br />
dalam hidup, tetapi siapa yang mereka miliki dalam hidup.&#8221;</p>
<p>&#8220;Untuk belajar BAHWA tidak baik membandingkan diri dengan orang lain.Akan selalu<br />
ada orang lain yang lebih baik atau lebih buruk dari mereka.&#8221;</p>
<p>&#8220;Untuk belajar BAHWA orang yang kaya bukanlah orang yang memiliki segala hal,<br />
tetapi orang yang membutuhkan paling sedikit,&#8221;</p>
<p>Sambil menggeser tempat duduknya, Tuhan lalu memandang kehamparan alam, sepi, padat, menyatu.</p>
<p>Wak Alexander menarik nafas dalam dalam, merenung&#8230;</p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Hari sudah beranjak siang, perlahan Tuhan mengusap dada wak Alexander</span></p>
<p>sambil<br />
memberikan perasaan aman lalu kata-Nya lagi,</p>
<p>&#8220;Untuk belajar BAHWA mereka seharusnya mengendalikan sikap mereka, atau sikap<br />
itu yang akan mengendalikan mereka,&#8221;</p>
<p>&#8220;Untuk belajar BAHWA hanya diperlukan waktu beberapa detik untuk membuka luka<br />
yang amat dalam pada diri orang yang kita kasihi, dan membutuhkan waktu<br />
bertahun tahun untuk menyembuhkannya,&#8221;</p>
<p>&#8220;Untuk belajar BAHWA sementara mereka merasa marah, mereka tidak berhak membuat orang lain disekeliling mereka ikut marah,&#8221;</p>
<p>&#8220;Untuk belajar BAHWA teman sejati itu langka,dan ia yang telah menemukan teman<br />
sejati telah menemukan harta yang sesungguhnya,&#8221;</p>
<p>&#8220;Untuk belajar BAHWA tidak lah cukup mereka dimaafkan oleh orang lain, tetapi<br />
mereka perlu memaafkan diri mereka sendiri&#8221;</p>
<p>&#8220;Untuk belajar BAHWA mereka adalah tuan untuk apa yang mereka simpan dan tawanan untuk apa yang mereka telah katakan&#8221;</p>
<p>&#8220;Untuk belajar BAHWA kebahagian adalah sebuah keputusan. Mereka dapat memutuskan untuk bahagia dengan apa adanya mereka dan apa yang mereka miliki, atau mati akibat rasa iri dan kecemburuan karena merasa kurang&#8221;</p>
<p>Wak Alex mencoba menengadah menatap wajah Tuhan, dan kemudian tertunduk lesu lemas linu memikirkan nasibnya sendiri..</p>
<p>Wak Alexander dihantui banyak pertanyaan yang berkecamuk dikepalanya, dadanya<br />
makin sesak, matanya berkunang kunang.dan gelar jurnalis yang dia kejar dan<br />
banggakan rontok begitu saja dihadapi Nya</p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Rontok.. .Keok. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Wak Alexander pun pingsan.</span></p>
<p>(Adapted from : http://www.parapemikir.com/articles/2233/1/Wawancara-dengan-Tuhan-sepertinya-renungan/Page1.html)</p>
<p><strong>Kebenaran dan Kekeliruan</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Berbicara tentang alam objektif memang mengasyikkan, orang-orang pintar jaman sekarang lebih menyukai apa-apa yang bisa dilihat dan didengar dengan mata kepala sendiri sebagai bukti nyata tentang keberadaan dan kebenaran suatu perkara daripada membicarakan yang ‘ndak jelas’ seperti alam ide, alam rasio, dan alam ketuhanan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Ini sih masih bagus, ada diantara kita bahkan tidak peduli dengan dunia sekitarnya, ada yang tidak peduli karena memang tidak tahu tapi ada juga yang tahu tapi tetap tidak peduli&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Lha, apakah kita memang harus peduli dengan alam sekitar dan semua permasalahannya? Apakah kita perlu tahu tentang jarak antara satu planet dengan planet yang lainnya? Apakah kita harus peduli berapa kedalaman samudra dimana kita tidak pernah ‘berurusan’<span> </span>dengannya? Apakah kita harus ‘ikut campur’ dengan permasalahan perang ditimur tengah<span> </span>dan lain-lain ?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Mempertanyakan hal-hal yang tidak ‘relevan’ dengan kehidupan kita sehari-hari yang disibukkan dengan urusan kantor, urusan cari makan, urusan sholat, urusan gereja, urusan pasantren, urusan sekolah anak-anak dan lain-lain AKAN kelihatan konyol dan ‘aneh’ bagi kebanyakan orang. Tapi apakah pertanyaan seperti diatas itu sebenarnya konyol bin aneh dalam hubungannya dengan kehidupan kita sehari-hari?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Dalam kitab suci Al-quran yang saya yakini akan kebenarannya, jelas secara terang benderang disampaikan <em>“<span class="gen">Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang <span style="background:yellow none repeat scroll 0 50%;color:black;">berakal</span><span style="color:black;"> </span>saja yang dapat mengambil pelajaran,”<span> </span><span> </span>(</span>Ar’Rad : 19) </em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Sungguh pertanyaan-pertanyaan seperti diatas bukanlah pertanyaan konyol dan aneh untuk kita semua, tidak peduli apapun latar belakang kita, seharusnya kita mau duduk bersimpuh sebentar untuk memperhatikan alam sekitar kita, merenung dan bersyukur akan anugrah <em><span style="background:yellow none repeat scroll 0 50%;">akal</span></em> yang telah diberikanNya kepada kita. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Percumalah hidup ini bagi seorang pedagang kalau dia berdagang tanpa menggunakan ilmu, Tanpa ilmu yang mumpuni (lengkap) percuma juga orang-orang sholat, kegereja, ke klenteng, membela agama dan lain-lain karena akan tetap gemar menipu, memaki, korupsi dan lain-lain. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Sekarang saya anggap saja semuanya sudah setuju dengan pentingnya kita mengetahui alam sekitar dengan ilmu yang mumpuni . (Karena saya juga tidak menawarkan opsi yang lain hehehe… ) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Setelah setuju dengan pentingnya untuk memperhatikan alam sekitar, sekarang yuk kita lihat dulu sedikit tentang apa yang menjadi model dan acuan keilmuan bagi orang-orang jaman sekarang, yaitu alam objektif (alam materi). <span> </span>Sebenarnya apakah alam materi itu ‘ADA’ dan BENAR ? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Kita lihat sebentar isi dari alam objektif itu…, apa sajakah isinya?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Kita semua bisa dengan mudah menyaksikan disekitar kita ada gunung, ada laut, ada gedung-gedung, ada rumah, ada mobil. Pertanyaannya adalah apakah benda itu ada dan benar adanya? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Jawabnya tentu ada dan benar adanya. Benda-benda itu ada dan bisa ditemukan dengan mudah disekitar kita. Benda-benda yang bisa dilihat dengan mata kepala ini disebut dengan ‘ada eksternal’ , yaitu ‘adanya’ diluar diri kita (terpisah dengan kita). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Dari jaman kuda gigit besi sampai dengan jaman secanggih sekarang ini kita telah menyaksikan</span></p>
<div style="float:right;padding:10px;"></div>
<p>betapa ‘ada eksternal’ <em>(Eksistensi eksternal)</em><span> </span>ini telah merubah peradaban anak manusia, dan faktanya memang sebagian besar dari ‘ada eksternal’ ini memang betul-betul BENAR dan NYATA.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Kita perhatikan…Bahwa dengan bantuan pancaindra dan alat perasa kita mampu membedakan panas dan dingin, api dan es, siang dan malam, panjang dan pendek, tinggi dan rendah, jauh dan dekat, besar dan kecil, bohong dan jujur, koruptor dan orang jujur, sapi dan dendeng. Sungguh fakta itu adalah kebenaran dan sama sekali tidak keliru. Maka sangat aneh kalau orang seperti Berkeley <em>(filsup yang sekaligus uskup terkenal) </em><span> </span>mengatakan tidak ada realitas eksternal? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Itu sekilas tentang eksistensi eksternal, sekarang kita ke ‘benda’ yang berikutnya, kita bisa ‘membayangkan’ ada monas dijakarta, ada kota london di inggris, ada rendang diwarung padang, ada<span> </span>laut di di Timur tengah , ada pulau ditengah laut, ada cewek cantik dikampus. Pertanyaan yang sama, apakah betul yang kita bayangkan tadi ‘barangnya’ betul-betul ada didunia nyata? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Jawabnya, bisa ya bisa juga tidak, bisa ada bisa juga tidak. Membayangkan tentang adanya sesuatu ini disebut dengan ’ada mental’, yaitu ‘adanya’ didalam pikiran kita (‘dikepala’ kita)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Kenapa ‘ada mental’<span> </span>(eksistensi mental) ini mendapat jawaban tidap pasti? Bisa iya bisa tidak, bisa ada bisa tidak? Ini menarik…, yuk kita lihat ilustrasinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Misal, saya membayangkan ada monas dijakarta…, apakah ‘bayangan’ saya itu betul-betul ‘benar’ (kebenaran) atau salah (kekeliruan)? Setelah saya lihat dengan mata kepala saya sendiri memang betul ‘ada’ monas dijakarta, maka apa yang saya ‘bayangkan’ tadi adalah suatu kebenaran (Fakta monas betul-betul ada).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Fakta yang saya temukan dilapangan ini adalah merupakan ‘pengetahuan dan sumber pengetahuan’ bagi mental saya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Dan bagaimana kalau sebaliknya? misalnya monas yang saya ‘bayangkan’ tadi sudah hanyut dan hilang dibawa Tsunami? Tentu saja ‘bayangan’ saya tentang ‘ada’ monas dijakarta tadi menjadi suatu kekeliruan (Fakta monas sudah tidak ada). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Fakta ‘lain’ yang saya temukan dilapangan ini juga merupakan ‘pengetahuan dan sumber pengetahuan’ bagi mental saya. Dalam dua skenario diatas, kita sekarang bisa memahami kenapa eksistensi mental tidak langsung otomatis bisa menjawab ada atau tidak ada.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Sekarang kita telah mengetahui perbedaan tentang keberadaan alam objektif, yaitu<span> </span>alam materi yang bisa disaksikan secara gamblang dan alam mental yang harus dengan sedikit mikir </span><span style="font-size:10pt;font-family:Wingdings;"><span>J</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Kemarin disuatu <em>milist yahoogroups</em> ada yang tanya kepada saya, kenapa yang ada dipikiran disebut sebagai eksistensi mental (ada mental)? <span> </span>Apakah setiap perkara ‘ada’ (esksistensi) dinamai sesuai dengan keberadaan-nya? Misalnya, ada lukisan gambar Nyi Loro Kidul, Lukisan Kuda Terbang, Lukisan Bidadari, Lukisan gambar Yesus. Apakah ‘ada’ seperti itu disebut dengan ‘Eksistensi Lukisan ‘atau ‘Eksistensi Dinding’ (karena digantung didinding,red).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Tentu saja perkara seperti itu tidak bisa dinamai dengan ‘eksistensi lukisan’ ataupun ‘eksistensi dinding’ . Ada substansi yang sangat penting yang ketinggalan disitu, Bagi dinding lukisan gambar yang dilukis atau digantungkan disana tidaklah menjadi bagian dari dinding itu, bagi dinding lukisan itu bukanlah PENGETAHUAN DAN SUMBER PENGETAHUAN dinding tentang eksistensi gambar (keberadaan gambar itu dalam alam nyata). Sedangkan lukisan yang ada dialam mental<span> </span>merupakan pengetahuan dan sumber pengetahuan bagi orang yang membayangkannya.</span></p>
<p>(Adapted From : http://www.parapemikir.com/articles/2894/1/Kebenaran-dan-Kekeliruan/Page1.html)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/filosofihidup.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/filosofihidup.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/filosofihidup.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/filosofihidup.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/filosofihidup.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/filosofihidup.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/filosofihidup.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/filosofihidup.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/filosofihidup.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/filosofihidup.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/filosofihidup.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/filosofihidup.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/filosofihidup.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/filosofihidup.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/filosofihidup.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/filosofihidup.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=filosofihidup.wordpress.com&amp;blog=2861748&amp;post=3&amp;subd=filosofihidup&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://filosofihidup.wordpress.com/2008/02/19/wawancara-dengan-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e91323089d220bf712eab7ed018e42b4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">didin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://filosofihidup.wordpress.com/2008/02/13/hello-world/</link>
		<comments>http://filosofihidup.wordpress.com/2008/02/13/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Feb 2008 08:11:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>johnpetteruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=filosofihidup.wordpress.com&amp;blog=2861748&amp;post=1&amp;subd=filosofihidup&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/filosofihidup.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/filosofihidup.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/filosofihidup.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/filosofihidup.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/filosofihidup.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/filosofihidup.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/filosofihidup.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/filosofihidup.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/filosofihidup.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/filosofihidup.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/filosofihidup.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/filosofihidup.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/filosofihidup.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/filosofihidup.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/filosofihidup.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/filosofihidup.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=filosofihidup.wordpress.com&amp;blog=2861748&amp;post=1&amp;subd=filosofihidup&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://filosofihidup.wordpress.com/2008/02/13/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e91323089d220bf712eab7ed018e42b4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">didin</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
